Cerita Dewasa Sex Terbaru 2017 di Entot oleh Supervisiorku Waktu Kerja
KomikDewasa
Hari Pertama Shinta masuk kerja setelah dia diterima di sebuah perusahaan, dia diposisikan sebagai sekretaris oleh bosnya, di hari itu Shinta mendapat pekerjaan untuk mempersiapkan arsip sebuah laporan kepada supervisornya, sebelum berangkat dari kantor perut Shinta terasa sakit, segera dia bergegas ke kamar mandi setelah menyelesaikan pekerjaanya tersebut.
Tergesagesanya Shinta ke kamar mandi
saking sakit perutnya,tanpa disadari dia masuk ke toilet pria, tidak
membaca petunjuk/ gambar toiletnya, mungkin karena dia anak baru jadi
tidak menyadari, kemudian ia melihat seorang pria bertubuh atletis
sedang pipis. Ups! Pria itu terkejut dan menoleh.., “Eh Shinta.., kamu
salah masuk.., ini WC pria..” Shinta terkejut setengah mati. Ternyata
sang supervisor sedang pipis di situ. Dan tanpa sengaja, kedua mata
Shinta terarah pada benda panjang bulat dari ritsluiting celana panjang
yang sedang dipegang sang supervisor. Ternyata batang kemaluan si
supervisor belum dimasukkan ke sarangnya. Dengan muka tersipu memerah
karena malu, Shinta membuang mukanya dan segera ingin berlalu dari
tempat itu. Sial..! gerutunya dalam hati.
Dengan
sigapnya sang supervisior yang bertubuh atletis itu memeganng
tangannya, “Shin..sebenarnya aku ingin menikmati keindahan tubuhmu..
Pasti kau juga pernah mendengar bahwa di kantor ini yang
paling perkasa adalah aku.. Nah sekarang tiba saatnya kita mencoba apa
yang kamu dengar dari teman-teman..”
Mendengar itu Shinta kaget setengah
mati. Ia tidak menyangka bahwa supervisor yang sangat dihormati karena
kharismanya, memiliki hati yang demikian bejadnya. “Tapi Pak.., saya
sedang sakit perut nih.., lagian Bapak ‘khan supervisor saya.., masa
Bapak tega melakukannya pada saya?”
“Oh..,
jangan kuatir Shin.., cuma sebentar kok.. Ibu Edi saja pernah
melakukannya denganku kok..”, kata si supervisorsambil dengan kasar
membuka kancing stelan atas yang dipakai Shinta. “Ja.., jangan Pak..,
tolong jangan.., ingat posisi Bapak di kantor..”, jerit Shinta. “To..,
tolong.., tolong..!”, tampak Shinta berusaha meronta-ronta karena
tangan si supervisor mulai masuk ke dalam BH-nya yang berukuran super
besar, 38C.
Dan..,
bret.., bret.., baju Shinta terlihat sudah sobek di sana sini.. Dan
dengan sekali hentakan, BH Shinta turun dan jatuh ke lantai. Walau
sudah berusaha mendorong dan menendang tubuh atletis itu, namun nafsu
si supervisor yang sudah demikian buas terus membuatnya bisa
mencengkeram tubuh mulus Shinta yang kini hanya mengenakan celana dalam
dan terus menghimpitnya ke tembok WC itu.
Karena
merasa yakin bahwa ia sudah tidak bisa lari lagi dari sana, Shinta
hanya bisa pasrah. Sekarang mulut si supervisor sudah mulai
menghisap-hisap puting susunya yang besar. Persis seperti bayi yang
baru lahir sedang menyusu ke ibunya.
Gairah
dalam diri Shinta tiba-tiba muncul dan bergejolak. Dengan sengaja
diraihnya batang kemaluan si supervisor yang sudah berdiri dari tadi.
Dan dikocok-kocokknya dengan pelan. Memang batang kemaluan
itu amat besar dan panjang. “Wah, pasti enak nih kalo ngisi lubang
gue.., udah lama gue ngangenin batang kenikmatan yang segini besar dan
panjangnya..”, pikir Shinta dalam hati.
Sementara
itu tangan si supervisor pun sudah melepaskan seluruh celana dalam
putih yang dikenakan Shinta… Dan si supervisor pun ikut membuka semua
pakaiannya.., hingga kini keduanya sama-sama dalam keadaan tanpa busana
selembar benangpun.
Si
supervisor mengangkat kaki kanan Shinta ke pingggangnya lalu dengan
perlahan ia memasukkan batang kemaluannya ke liang kewanitaan Shinta.
Bles.., bless.., jebb.., setengah dari batang kemaluan itu masuk dengan
sempurna ke liang surga wanita yang rupanya sudah tidak lagi perawan
itu. Shinta terbeliak kaget merasakan besarnya batang kemaluan itu di
dalam liang kewanitaannya. Si supervisor terus saja mendorong maju
batang kemaluannya sambil mencium dan melumat bibir Shinta yang seksi
itu.
Shinta tak mau kalah. Ia pun maju
mundur menghadapi serangan si supervisor. Jeb.., jeb.., jebb..! Batang
kemaluan yang besar itu keluar masuk berkali-kali.. Shinta sampai
terpejam-pejam merasakan kenikmatan yang tiada taranya… Sakit perutnya
pun sudah terlupakan.
Sepuluh
menit kemudian, mereka berganti posisi. Shinta kini berpegangan ke
bagian atas kloset dan pantatnya di hadapkan ke si supervisor. Melihat
pemandangan menggairahkan itu, tanpa membuang-buang waktu lagi si
supervisor segera memasukkan batang kemaluannya dari arah belakang
kemaluan Shinta.., bless.., bless.., jeb.., jebb..! Si supervisor
dengan asyik melakukan aksinya itu. Tangan kanannya berusaha meraih
payudara Shinta sambil terus menusukkan batang kemaluan supernya ke
kewanitaan Shinta.
“Bapak
duduk aja sekarang di atas kloset ini.., biar sekarang gantian saya
yang aktif..”, kata Shinta di tengah-tengah permainan mereka yang penuh
nafsu. Supervisor itu pun menurut. Tanpa menunggu lagi, Shinta meraih
batang kemaluan yang sudah 2 kali lebih keras dan besar itu, untuk
segera dimasukkan ke liang kenikmatannya. Ia pun duduk naik turun di
atas batang kemaluan ajaib itu. Sementara kedua mata si supervisor
terpejam-pejam merasakan kenikmatan surgawi itu. Kedua tangannya
meremas-remas gunung kembar Shinta. “Ooh.., oh.., ohh..”, erang Shinta
penuh kenikmatan.
Batang
kemaluan itu begitu kuat, kokoh dan keras. Walau sudah berkali-kali
ditusukkan ke depan, belakang, maupun dari atas, belum juga menunjukkan
akan menyemburkan cairan putih kentalnya. Melihat itu, Shinta segera
turun dari pangkuan supervisor itu. Dengan penuh semangat ia meraih
batang kemaluan itu untuk segera dimasukkan ke mulutnya. Dijilatnya
dengan lembut kemudian dihisap dan dipilin-pilin dengan lidahnya…
oooh.., oh.., oohh.., kali ini ganti si supervisor yang mengerang
karena merasakan kenikmatan.
Lima belas menit kemudian, wajah si supervisor tampak menegang dan ia
mencengkeram pundak Shinta dengan sangat erat.. Shinta menyadari apa
yang akan terjadi.., tapi ia tidak menghiraukannya.., ia terus saja
menghisap batang kemaluan ajaib itu.., dan benar.., crot.., crot..,
crott..! Semburan air mani masuk ke dalam mulut seksi Shinta tanpa bisa
dihalangi lagi. Shinta pun menelan semua mani itu termasuk menjilat
yang masih tersisa di batang kemaluan supervisor itu dengan lahapnya…
Sejak peristiwa di WC itu, mereka tidak henti-hentinya berhubungan
intim di mana saja dan kapan saja mereka bernafsu.., di mobil, di
hotel, di rumah si supervisor (bahkan walau sang isteri sedang hamil).








Post a Comment